Beberapa bulan terakhir dunia
per-youtube-an indonesia sedang digandrungi oleh para artis-artis yang mulai
mencari penontonnya sendiri melalui situs tersebut dan saya sering melihat
artis-artis tersebut memperlihatkan wardrobe dan koleksi-koleksi mereka. Sering
kali juga memperlihatkan artis berbelanja barang ini-itu tanpa pertimbangan
berarti. Seringkali pemikiran saya timbul; emang barang-barang itu dipakai
semua? Barang itu mau dikemanain coba? Barang-barang tersebut pasti hanya
dipakai sekali dan selebihnya akan nongkrong di closet atau di tempat penyimpanan
mereka.
Dengan membayangkan barang barang
tersebut hanya menjadi pajangan tanpa dipergunakan dengan seharusnya, saya
teringat dengan buku jus amma bergambar yang sering sy baca ketika kecil. Di buku
itu sy ingat sekali ditampilkan seorang anak laki-laki yang mengoleksi
banyaaaaaaaak sekali mobil-mobilan dan memajangnya. Koleksi mobil-mobil itu
memenuhi semua lemari yang terdapat pada ruangan itu. Dalam surah tersebut
dijelaskan bahwa semua barang akan bersaksi dan manusia akan dimintai
pertanggungjawaban atas barang yang ia miliki; digunakan untuk apa, dsb. Dalam surah
tersebut dilarang untuk menumpuk harta dan lebih baik digunakan untuk membantu
sesama muslim. ....dan itu bertolak belakang dengan kebiasaan mengoleksi dan
membeli barang yang-belum-tentu dibutuhkan.
Setelah memiliki
pemikiran-pemikiran liar mengenai ketidaksetujuan dengan gaya hidup seperti
yang diperlihatkan arti-artis tersebut, saya mulai mendapati adanya gaya hidup
minimalist. Gaya hidup ini adalah gaya hidup yang tidak memiliki banyak
barang-barang, melainkan barang barang yang dibutuhkan. Kemudian ada juga gaya
hidup marie kondo yang hanya menyimpan barang yang memberikan dan menyimpan
kebahagian dalam hidup, selebihnya akan dibuanga tau didonasikan. Dua gaya
hidup tersebut menurut saya sejalan dengan ajaran al-quran (walaupun 2 gaya
hidup ini sepertinya muncul tidak
berakar dari ajaran alquran) yang tidak menumpuk barang dan memaksimalkan
penggunaan barang yang ada. Hidup menjadi tidak boros dan uang yang diperoleh
dapat digunakan lebih maksimal untuk kepentingan lain dan membantu sesama.