Senin, 18 Februari 2019

4. Gaya Hidup Minimalism


Beberapa bulan terakhir dunia per-youtube-an indonesia sedang digandrungi oleh para artis-artis yang mulai mencari penontonnya sendiri melalui situs tersebut dan saya sering melihat artis-artis tersebut memperlihatkan wardrobe dan koleksi-koleksi mereka. Sering kali juga memperlihatkan artis berbelanja barang ini-itu tanpa pertimbangan berarti. Seringkali pemikiran saya timbul; emang barang-barang itu dipakai semua? Barang itu mau dikemanain coba? Barang-barang tersebut pasti hanya dipakai sekali dan selebihnya akan nongkrong di closet atau di tempat penyimpanan mereka.

Dengan membayangkan barang barang tersebut hanya menjadi pajangan tanpa dipergunakan dengan seharusnya, saya teringat dengan buku jus amma bergambar yang sering sy baca ketika kecil. Di buku itu sy ingat sekali ditampilkan seorang anak laki-laki yang mengoleksi banyaaaaaaaak sekali mobil-mobilan dan memajangnya. Koleksi mobil-mobil itu memenuhi semua lemari yang terdapat pada ruangan itu. Dalam surah tersebut dijelaskan bahwa semua barang akan bersaksi dan manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas barang yang ia miliki; digunakan untuk apa, dsb. Dalam surah tersebut dilarang untuk menumpuk harta dan lebih baik digunakan untuk membantu sesama muslim. ....dan itu bertolak belakang dengan kebiasaan mengoleksi dan membeli barang yang-belum-tentu dibutuhkan.

Setelah memiliki pemikiran-pemikiran liar mengenai ketidaksetujuan dengan gaya hidup seperti yang diperlihatkan arti-artis tersebut, saya mulai mendapati adanya gaya hidup minimalist. Gaya hidup ini adalah gaya hidup yang tidak memiliki banyak barang-barang, melainkan barang barang yang dibutuhkan. Kemudian ada juga gaya hidup marie kondo yang hanya menyimpan barang yang memberikan dan menyimpan kebahagian dalam hidup, selebihnya akan dibuanga tau didonasikan. Dua gaya hidup tersebut menurut saya sejalan dengan ajaran al-quran (walaupun 2 gaya hidup ini sepertinya muncul  tidak berakar dari ajaran alquran) yang tidak menumpuk barang dan memaksimalkan penggunaan barang yang ada. Hidup menjadi tidak boros dan uang yang diperoleh dapat digunakan lebih maksimal untuk kepentingan lain dan membantu sesama.

Share: