Hari ini mau
bercerita mengenai perubahan-perubahan yang terjadi pada diriku tanpa sadar
ketika ditanya hanya bisa menjawab dengan “udah terbiasa kayak gini”. Pernah seorang
teman bertanya “ yu kamu emang selalu pake rok trus pake kaos kaki ya?” saat
itu kami memang belum genap sebulan berteman. Kami berdua mulai berteman ketika
menjadi maba magister akuntansi. Saya hanya bisa menjawab, “iya nih, udah
kebiasaan kalo ke kampus pake rok. Dulu s1 juga selalu pake rok, trus kalo gak
pake kaos kaki rasanya aneh aja” jawabku sambil tertawa.
Pertanyaan itu
selalu terbayang bayang akhirnya. Iya yah, sekarang udah gak nyaman ke kampus
pake celana jeans. Walaupun saat itu kalo ngemall masih sering pake jeans. Setelah
ditarik kebelakang, saya juga bisa berkerudung alasannya karena terbiasa. Awalnya
memang terpaksa karena masuk sekolah menengah pertama yang mengharuskan
siswinya berkerudung. Saya yang tidak tahu memakai kerudung segi empat
benar-benar dibuat kaget. Setiap pagi jilbab tidak karuan dan merasa tidak
nyaman memakainya. Namun semakin lama saya semakin terbiasa memakai jilbab di
sekolah. Pelan pelan saya sudah mahir memakai sendiri jilbab segi empat
tersebut. saat masa masa itu, selain di sekolah saya masih tidak memakai
jilbab. Namun lama kelamaan sudah merasa aneh apabila ke rumah teman atau nge
mall tanpa memakai jilbab. rasanya ada yang kurang, tidak nyaman, bahkan saya
merasa kedinginan terutama dibagian kepala. Intinya tidak nyaman. Setelah itu
saya mulai dengan sukarela menggunakan
jilbab kemana pun. Rasa terbiasa dan tidak nyaman itu pun terus belanjut bahkan
ketika ada seorang teman laki-laki datang bertamu. Cerita serupa juga terjadi
dengan “rok” dan “kaus kaki”. Rasanya tuh aneh dantidak nyaman. Bahkan sekarang
saya tidak memakai celana jeans lagi. Apabila memang ingin memakai celana, saya
memakai celana kulot. Pelan pelan juga saya membiasakan diri menggunakan gamis
dan menunggu mencapai titik nyaman dan pelan-pelan akan melepas kulot juga.
Saya percaya
dengan kekuatan “terbiasa”. Mungkin saya tidak bisa berubah drastis dan
meninggalkan kulot dalam sehari, namun saya berusaha pelan pelan. Karna walaupun
pelan-pelan saya telah melihat begitu banyak perubahan yang terjadi (dalam
konteks penampilan saya). Saya juga menyarankan kepada teman-teman yang belum
berjilbab untuk mulai mengenal jilbab, memakai jilbab ketika ke kampus, lalu berlanjut
untuk berjilbab seterusnya. Mari memperbaik diri untuk menjadi muslimah yang
seutuhnya, dimulai dari niat. Saya pun begitu, masih berada dalam proses untuk
terus dan terus memperbaik diri.
Oh iya, ingat
tidak dengan salah satu iklan pasta gigi yang menantang anak kecil untuk menggosok
gigi pada malam hari selama 21 hari. Sebenarnya tantangan itu untuk membuat
kita terbiasa, karna sebuah penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang
dilakukan berturut turut selama minimal 21 akan menjadi kebiasaan. Bagaimana kalo
kita sekarang menantang diri kita sendiri untuk suatu perubahan?
0 komentar:
Posting Komentar