Jumat, 01 Maret 2019

5. Selera Tontonan dan Bacaan yang Berubah


Setelah memasuki tahun 2019, saya bertekad untuk banyak membaca dan memperluas genre bacaan. Saya menargetkan untuk membaca satu buku tiap satu pekan diluar dari bacaan kuliah. Setelah berjalan 9 pekan, saya merasakan perubahan terhadap selera bacaan saya. Saya kurang menikmati lagi novel romance dengan alur cerita cinta remaja yang hanya berfokus pada “cinta” seakan cinta adalah hal yang paling penting. Dipekan pertama saya membaca novel konspirasi alam semesta. Novel ini salah satu novel best seller dari penulis terkemuka. Namun saat membaca novel tersebut saya merasa tidak tertarik dan banyak hal hal yang digambarkan dalam novel tersebut tidak sesuai dengan pemahaman saya.
Memasuki tahun baru dan umur yang semakin tua, saya juga semakin ingin mendekatkan diri kepada Allah SWt, saya memperluas bahan bacaan saya. Pelan tapi pasti untuk belajar agama. Oleh karena itu banyak konsep konsep kehidupan Islam yang bertentangan dengan isi novel novel romance. Mungkin hal itu yang membuat sselera saya berubah. Semakin saya tau bahwa ini salah itu salah semakin banyak pula hal hal yang saya tidak setuju didalam novel romance remaja saat ini.
Begitupun saat menonton film Dilan 1991 kemarin. Saya sangat tidak meninkmatinya. Terlalu banyak hal-hal yang salah. Ketika anak 13 tahun keatas menonton film tersebut, mereka akan mencontoh hal yang salah. Begitu banyak hal yang saya sayangkan. Misalnya orang tua dan dilan yang digambarkan seorang yang agamis – ada scene saat ibu dilan selesai shalat memakai mukenah- tapi dengan gamblang menyetujui anaknya berpacaran. Kemudia mengenai sepasan sejoli yang pacaran di rumah malam-malam, atau mengenai gombalan-gombalan yang membuat seisi studio bioskop tersenyum (walaupun jujur saja, setiap ada kalimat gombalan yang terlempar, saya merasa ingin menuntup telinga). Saya selalu memikirkan adik-adik yang ilmu agamanya belum banyak, malah terbawa arus dan mengikuti dilan-milea. Sungguh disayangkan.
Tapi apabila dilihat dari kacamata positifnya, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil setelah menonton film dilan 1991:
1.       Untuk para orang tua, jangan membolehkan anaknya berpacaran. Sudah liat bagaimana milea seperti kehilangan harapan untuk hidup saat ditinggal dilan?
2.       Untuk adik-adik, janganlah kalian berpacaran, jalan masih panjang. Masih banyak orang-orang yang akan kalian temui sata kuliah atau kerja nanti. Dan  jodoh sudah ada yang atur. Dia akan tiba disaat yang tepat.
3.       Seharusnya berdoa untuk dijauhkan dari sosok seperti dilan: tukang gombal, keras kepala, tukang tawuran, membantah orang tua, ajak hujan-hujanan naik motor tanpa peduli kamu mungkin akan sakit.
4.       Semoga dijauhkan dari situasi seperti milea. Sudah memberikan hati sepenuhnya, sudah kenal keluarga dilan, sudah diambil ciuman pertamanya, eh malah ditinggal. Dan yang pasti si mile sudah dapat dosa dan menabung dosa buat ayahnya karena kelakukannya.
Mungkin kalian banyak yang berpendapat lain mengenai film itu. Hal tersebut wajar karena kita semua memiliki pemikiran  yang berbeda.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar