Setelah memasuki
tahun 2019, saya bertekad untuk banyak membaca dan memperluas genre bacaan. Saya
menargetkan untuk membaca satu buku tiap satu pekan diluar dari bacaan kuliah. Setelah
berjalan 9 pekan, saya merasakan perubahan terhadap selera bacaan saya. Saya kurang
menikmati lagi novel romance dengan alur cerita cinta remaja yang hanya
berfokus pada “cinta” seakan cinta adalah hal yang paling penting. Dipekan pertama
saya membaca novel konspirasi alam semesta. Novel ini salah satu novel best
seller dari penulis terkemuka. Namun saat membaca novel tersebut saya merasa
tidak tertarik dan banyak hal hal yang digambarkan dalam novel tersebut tidak
sesuai dengan pemahaman saya.
Memasuki tahun
baru dan umur yang semakin tua, saya juga semakin ingin mendekatkan diri kepada
Allah SWt, saya memperluas bahan bacaan saya. Pelan tapi pasti untuk belajar
agama. Oleh karena itu banyak konsep konsep kehidupan Islam yang bertentangan
dengan isi novel novel romance. Mungkin hal itu yang membuat sselera saya
berubah. Semakin saya tau bahwa ini salah itu salah semakin banyak pula hal hal
yang saya tidak setuju didalam novel romance remaja saat ini.
Begitupun saat
menonton film Dilan 1991 kemarin. Saya sangat tidak meninkmatinya. Terlalu banyak
hal-hal yang salah. Ketika anak 13 tahun keatas menonton film tersebut, mereka
akan mencontoh hal yang salah. Begitu banyak hal yang saya sayangkan. Misalnya
orang tua dan dilan yang digambarkan seorang yang agamis – ada scene saat ibu
dilan selesai shalat memakai mukenah- tapi dengan gamblang menyetujui anaknya
berpacaran. Kemudia mengenai sepasan sejoli yang pacaran di rumah malam-malam, atau
mengenai gombalan-gombalan yang membuat seisi studio bioskop tersenyum
(walaupun jujur saja, setiap ada kalimat gombalan yang terlempar, saya merasa
ingin menuntup telinga). Saya selalu memikirkan adik-adik yang ilmu agamanya
belum banyak, malah terbawa arus dan mengikuti dilan-milea. Sungguh disayangkan.
Tapi apabila
dilihat dari kacamata positifnya, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil
setelah menonton film dilan 1991:
1. Untuk
para orang tua, jangan membolehkan anaknya berpacaran. Sudah liat bagaimana
milea seperti kehilangan harapan untuk hidup saat ditinggal dilan?
2. Untuk
adik-adik, janganlah kalian berpacaran, jalan masih panjang. Masih banyak
orang-orang yang akan kalian temui sata kuliah atau kerja nanti. Dan jodoh sudah ada yang atur. Dia akan tiba
disaat yang tepat.
3. Seharusnya
berdoa untuk dijauhkan dari sosok seperti dilan: tukang gombal, keras kepala,
tukang tawuran, membantah orang tua, ajak hujan-hujanan naik motor tanpa peduli
kamu mungkin akan sakit.
4. Semoga
dijauhkan dari situasi seperti milea. Sudah memberikan hati sepenuhnya, sudah
kenal keluarga dilan, sudah diambil ciuman pertamanya, eh malah ditinggal. Dan yang
pasti si mile sudah dapat dosa dan menabung dosa buat ayahnya karena
kelakukannya.
Mungkin kalian banyak yang
berpendapat lain mengenai film itu. Hal tersebut wajar karena kita semua
memiliki pemikiran yang berbeda.
0 komentar:
Posting Komentar