Kamis, 14 Maret 2019

6. Buku Keliling


Konsep buku keliling terlintas dipikiran saya ketika membaca buku bagus, yang menurut saya semua orang seharusnya membaca buku ini juga. Selain alasan tersebut, juga dikarenakan buku buku yang menumpuk di kamar saya. Sejak kecil saya sudah hobi membaca dan sering membeli buku. Namun setelah sekali dibaca, buku buku tersebut akan terdiam di rak buku. Saat SMP dan SMA, saya sering menyumbangkan buku (saat itu lebih sering baca novel) ke perpustakaan sekolah. Kemudian setelah masuk universitas, perpustakaan kampus tidak menerima buku buku fiktif dan saat itu saya tidak tau mau menyumbang buku kemana. Saya tipe orang yang membaca buku satu kali dan tidak membacany untuk kedua kalinya. Saya tidak menikmati membaca buku khususnya novel yang sudah pernah saya baca. Jadi ketika saya membeli novel, setelah saya menyelesaikan membaca, buku itu hanya terpajang dan tidak dibaca lagi. Setelah mengenal gaya hidup minimalis, saya menyesalkan begitu banyak buku yang menumpuk dan tidak pernah terbaca lagi. Padahal buku buku tersebut adalah buku buku bagus yang orang lain juga perlu membacanya. Saya telah sering merekomendasikan buku buku yang saya baca kemada teman dekat. Namun hanya itu itu saja, setelah dibaca oleh beberapa teman buku itu akan kembali lagi dan hanya terpajang berdebu di atas buku.
Beberapa minggu terakhir genre bacaan saya agak banyak berubah. Sekarang saya lebih menikmati buku tentang kehidupan dan agama. Setiap kali saya selesai membaca buku, begitu banyak pelajaran yang bisa saya ambil dan saya sangat merasakan manfaat dari buku yang saya baca tersebut. perasaan saya semakin menggebu, saya ingin lebih banyak orang orang lain yang juga membaca buku tersebut. seketika saya mendapatkan ide mengenai buku keliling yang terinspirasi dari konsep perpustakaan keliling. Namun berbeda dengan perpustakaan keliling, buku keliling ini berjalan sendiri dari orang yang membacanya ke orang yang akan membacanya. Misalnya seperti ini, saya membaca buku a, lalu setelah membacanya saya memberikan buku itu kemada teman saya, setelah itu buku tsb akan diberikan lagi kepada orang lain dan begitu seterusnya. Dibagian depan buku keliling tersebut diberikan penjelasan mengenai konsep buku keliling. Buku tersebut tidak boleh berhenti pada orang yang membacanya. Setelah membaca 7-10 hari, buku tersebut harus diberikan kepada orang lain yang harus membacanya, dan begitu seterusnya. Tidak apa buku tersebut tidak kembali kepada pemiliknya, asalkan beuku tersebut berguna dan terus dibaca oleh banyak orang. Hal tsb lebih berguna dibandingkan buku itu hanya terdiam di sudut meja belajar.
Semoga buku keliling ini secepatnya bisa berkeliling.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar